Minggu, 02 Maret 2014

Browse Manual » Wiring » » » » » » » » » Bubur Suruh Yang Unik Di Makam Sunan Bonang

Bubur Suruh Yang Unik Di Makam Sunan Bonang


Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Di berbagai daerah di nusantara, pada bulan ini banyak dilakukan tradisi tahunan  yang berkaitan dengan bulan Ramdhan atau tentang  dunia dan sejarah islam. 
Salah satunya adalah tradisi tahunan Bubur Suruh yang diadakan di kwaan wisata Makam Sunan Bonang yang berada di kelurahan Kutorejo, tak jauh di sebelah barat alun-alun kota Tuban.
Tradisi Bubur Suruh ini dilakukan sejak awal hingga berakhirnya Bulan Ramadhan. Merupakan tradisi memasak bubur dan membagikannya kepada siapa saja yang datang di kawasan wisata dan berminat memakannya sebagai menu untuk buka puasa.
Bubur Suruh itu berwarna agak kuning dan bentuknya sepintas seperti bubur jagung.  Namun rasanya cukup gurih seperti rasa sayur kari atau sayur berkuah santan lainnya. Bubur Suruh terbuat dari  tepung beras, santan kelapa , bumbu gurih, kayu manis, sedikit daging dan lemak.
Bubur Suruh dimasak pada siang hari selepas shalat Dhuhur  dengan menggunakan wajan besi yang berukuran cukup besar. dan dibagikan sore hari menjelang  saat buka puasa.  Dalam sehari menghabiskan bahan tepung beras sebanyak 20 kg dan bahan-bahan lainnya.
Pada setiap hari sekitar jam 4-5 sore, di halaman masjid yang ada kawasan makam Sunan Bonang ini banyak didatangi oleh warga.
Mereka dengan beragam usia itu datang dengan membawa wadah seperti piring, mangkok, baskom termos  dan wadah lainnya untuk mendapatkan bubur yang dibagikan secara gratis itu. 
Bagi mereka yang mendapatkan bubur itu untuk dibawa dandimakan di rumah itu tidak mendapatkan tambahan buah kurma.
Sedangkan bagi mereka yang berada dan berbuka di masjid, pada buburnya mendapatkan tambahan dua biji kurma, buah dan makanan lainnnya plus  segelas minuman teh  atau kopi.


 --------------------------------------------------------------------------------------------------------
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  
OLeh-oleh Khas Tuban 
Semaraknya Karnaval Budaya Di Tuban
Indahnya Indonesia Dalam Karnaval Budaya
Situs Giri Kedaton Peningggalan Sunan Giri
Nasi Krawu yang Nikmat dan Khas Gresik

Hantu Yang Aneh di Lamongan 
Relief 3 Dimensi di Kelenteng Tuban 
Api Yang Tak Bisa Padam Di Bojonegoro
Maharani, Si Cantik dari Lamongan 
Serunya Disemprot Air di Tempat Wisata
Semaraknya Karnaval Budaya 2012  Di Tuban


Ijazah Dokter Jawa Di Masa Lampau
Merak Albino Yang Eksotis dan Langka 
Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya 
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan 
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET  

Relief Kucing Di Kelenteng Tjoe Ling Kiong - Tuban
Kota TEXAS Di Lamongan 
Museum Yang Menyimpan Benda-Benda Santet 
Harimau dan Singa Liar Di Lamongan
Benda-benda Bernuansa Mistis dan Magis di Museum

Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro 

Purna Siswa dan Gelar Prestasi TK Integral Hidayatullah - Tuban
Play Group Hidayatullah - Tuban
Taman Kanak-Kanak Integral Hidayatullah - Tuban 

Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik

Kirab Piala Adipura Di Tuban
Parade Mobil Hias Di Tuban 
Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut  Di Lamongan 
Kapal Selam Yang Terdampar Di Surabaya

Batu-batu  dan Relung Unik di Gua Akbar
Legenda Batu Gajah di Tanah Tuban 
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Atraksi Kekuatan Ala Samson Di Tuban 

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi 

Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari 
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban 
Indahnya Pantai Panyuran - Tuban 

Souvenir Ongkek Yang Unik dan Khas Tuban
Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar 
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban 

Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio 
Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 

Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisata Laut Tuban Yang Mengecewakan
Makam Panjang 9 Meter di Gresik

Rumah Kucing Di Lamongan 
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan 
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio 

Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio
Situs Bangunan Kuno Di Kayangan Api 

Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Rambu Ala Slankers Di Bojonegoro
Buah Kepel Sebagai Deodoran Alami

Nikmat dan Segarnya Es Dawet Siwalan
Indahnya Alun-alun Tuban di Malam Hari
Pesona Kesegaran Air Terjun Sri Getuk
Ribuan Ikan dan Kelelawar di Gua Ngerong
Gemerlap Istana Dalam Gua 
 

Rumah Gajah Mungkur Yang Indah Dan Unik
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan

Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung  
Relika Makam Walisongo Di Lamongan
================================================================
Tak jelas entah sejak kapan tradisi Bubur Suruh ini mulai diadakan dan dilakukan di Makam Sunan Bonang. Namun yang jelas, tradisi itu sudah ada sejak lama dan masih dilakukan sampai saat ini.
Konon, tradisi  Bubur Suruh ini meniru tradsi bubur yang berasa gurih dan biasa dilakukan di Negara-negara yang berada di  jazirah Arab. Di sana bubur semacam ini disebut dengan Bubur Harizah.
Menurut Gus Mbeling, salah seorang pengurus lapangan di makam Sunan Bonang, dulu traidi Bubur Suruh ini pernah diganti dengan membuat dan membagikan nasi. Namun, beberapa saat setelah mengganti Bubur Suruh itu dengan nasi, ada salah seorang penguyrus yang merasa di sabet dengan kibasan ekor ‘ kuda gaib ‘ di salah satu sudut kawasan makam Sunan Bonang.

Akibatnya, penggantian dengan nasi itupun tidak diteruskan dan kembali mengadakan tradisi Bubur Suruh seperti semula.
Penggunaan Nama Bubur Suruh itu pun konon karena saat pembagian Bubur ini saat menjelang senja , yang dalam bahasa Jawa disebut dengan Surup, yang kemudian menjadikan bubur ini disebut dengan Bubur Surup.


Frase  Bubur Surup itulah yang seiring dengan berjalannya waktu  kemudian berganti karena  warga lebih familier  menyebutnya dengan Bubur  Suruh.
Apapun itu, yang jelas tradisi Bubur Suruh ini menjadi salah satu khazanah tentang jenis dan ragam  bubur di Nusantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar